Menguasai Fisika Kelas 10 Semester 1: Kumpulan Soal dan Pembahasan Lengkap
Fisika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang, namun sebenarnya sangat menarik karena menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja. Untuk siswa kelas 10, semester 1 adalah fondasi penting yang akan membentuk pemahaman Anda tentang konsep-konsep fisika yang lebih kompleks di masa depan. Topik-topik yang umumnya dibahas meliputi Pengukuran, Vektor, Gerak Lurus (GLB & GLBB), Hukum Newton tentang Gerak, serta Usaha dan Energi.
Memahami teori saja tidak cukup; Anda harus mampu mengaplikasikannya dalam penyelesaian soal. Artikel ini akan menyajikan kumpulan soal pilihan dari materi fisika kelas 10 semester 1, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah yang detail. Tujuannya adalah untuk membantu Anda tidak hanya mendapatkan jawaban, tetapi juga memahami logika di balik setiap solusi.
Mari kita selami dunia fisika melalui soal-soal dan pembahasannya!

Bagian 1: Pengukuran dan Vektor
Konsep Kunci:
- Pengukuran: Besaran pokok, besaran turunan, dimensi, angka penting, notasi ilmiah, alat ukur.
- Vektor: Besaran yang memiliki besar dan arah. Penjumlahan/pengurangan vektor (metode grafis, analitis komponen, aturan kosinus).
Soal 1: Pengukuran (Angka Penting)
Seorang siswa mengukur panjang sebuah balok kayu sebesar 12,50 cm dan lebarnya 4,2 cm. Berapakah luas balok tersebut menurut aturan angka penting?
Pembahasan:
-
Identifikasi Data:
- Panjang (P) = 12,50 cm (memiliki 4 angka penting, karena angka nol di belakang koma desimal dan setelah angka bukan nol dihitung)
- Lebar (L) = 4,2 cm (memiliki 2 angka penting)
-
Hitung Luas Secara Matematis:
- Luas (A) = P × L
- A = 12,50 cm × 4,2 cm
- A = 52,50 cm²
-
Terapkan Aturan Angka Penting untuk Perkalian/Pembagian:
- Dalam perkalian atau pembagian, hasil akhir harus memiliki jumlah angka penting yang sama dengan faktor yang memiliki jumlah angka penting paling sedikit.
- Panjang memiliki 4 angka penting.
- Lebar memiliki 2 angka penting.
- Jadi, hasil luas harus dibulatkan menjadi 2 angka penting.
-
Pembulatan Hasil:
- Angka 52,50 cm² jika dibulatkan menjadi 2 angka penting adalah 53 cm². (Angka ‘5’ di posisi ketiga membulatkan angka ‘2’ di depannya ke atas).
Jawaban: Luas balok tersebut menurut aturan angka penting adalah 53 cm².
Soal 2: Vektor (Metode Komponen)
Sebuah benda ditarik oleh dua buah gaya:
- Gaya F1 = 20 N membentuk sudut 30° terhadap sumbu-x positif.
- Gaya F2 = 15 N membentuk sudut 90° terhadap sumbu-x positif (searah sumbu-y positif).
Tentukan besar dan arah (sudut terhadap sumbu-x positif) resultan kedua gaya tersebut! (Diketahui: sin 30° = 0,5; cos 30° = 0,87)
Pembahasan:
-
Uraikan Setiap Vektor ke Komponen x dan y:
- Gaya F1:
- F1x = F1 cos θ1 = 20 N × cos 30° = 20 N × 0,87 = 17,4 N
- F1y = F1 sin θ1 = 20 N × sin 30° = 20 N × 0,5 = 10 N
- Gaya F2:
- F2x = F2 cos θ2 = 15 N × cos 90° = 15 N × 0 = 0 N
- F2y = F2 sin θ2 = 15 N × sin 90° = 15 N × 1 = 15 N
- Gaya F1:
-
Jumlahkan Komponen-komponen pada Sumbu x dan y:
- ΣFx = F1x + F2x = 17,4 N + 0 N = 17,4 N
- ΣFy = F1y + F2y = 10 N + 15 N = 25 N
-
Hitung Besar Resultan (R):
- R = √((ΣFx)² + (ΣFy)²)
- R = √((17,4)² + (25)²)
- R = √(302,76 + 625)
- R = √(927,76)
- R ≈ 30,46 N
-
Hitung Arah Resultan (θR):
- tan θR = ΣFy / ΣFx
- tan θR = 25 / 17,4
- tan θR ≈ 1,436
- θR = arctan(1,436) ≈ 55,1°
Jawaban: Besar resultan kedua gaya adalah sekitar 30,46 N dengan arah sekitar 55,1° terhadap sumbu-x positif.
Bagian 2: Gerak Lurus (GLB dan GLBB)
Konsep Kunci:
- GLB (Gerak Lurus Beraturan): Kecepatan konstan, percepatan nol. Rumus: s = v × t.
- GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan): Percepatan konstan (tidak nol). Rumus:
- vt = v₀ + a × t
- s = v₀ × t + ½ × a × t²
- vt² = v₀² + 2 × a × s
- Keterangan: s = perpindahan, v₀ = kecepatan awal, vt = kecepatan akhir, a = percepatan, t = waktu.
Soal 3: GLBB (Dipercepat)
Sebuah mobil balap mula-mula diam, kemudian bergerak dengan percepatan konstan 4 m/s².
a. Berapakah kecepatan mobil setelah 6 detik?
b. Berapakah jarak yang ditempuh mobil dalam waktu 6 detik tersebut?
Pembahasan:
-
Identifikasi Data:
- Kecepatan awal (v₀) = 0 m/s (mula-mula diam)
- Percepatan (a) = 4 m/s²
- Waktu (t) = 6 s
-
Hitung Kecepatan Akhir (vt):
- Gunakan rumus GLBB: vt = v₀ + a × t
- vt = 0 + (4 m/s²) × (6 s)
- vt = 24 m/s
-
Hitung Jarak yang Ditempuh (s):
- Gunakan rumus GLBB: s = v₀ × t + ½ × a × t²
- s = (0 m/s) × (6 s) + ½ × (4 m/s²) × (6 s)²
- s = 0 + 2 × 36
- s = 72 m
Jawaban:
a. Kecepatan mobil setelah 6 detik adalah 24 m/s.
b. Jarak yang ditempuh mobil dalam 6 detik adalah 72 m.
Soal 4: Kombinasi GLB dan GLBB (Gerak Susul-Menyusul)
Kereta A bergerak dengan kecepatan konstan 15 m/s. Pada saat yang sama, dari stasiun yang sama dan searah, Kereta B mulai bergerak dari keadaan diam dengan percepatan konstan 2 m/s².
a. Kapan Kereta B menyusul Kereta A?
b. Pada jarak berapa dari stasiun Kereta B menyusul Kereta A?
Pembahasan:
-
Identifikasi Data dan Tuliskan Persamaan Gerak Masing-masing Kereta:
- Kereta A (GLB):
- v_A = 15 m/s
- s_A = v_A × t = 15t
- Kereta B (GLBB):
- v₀_B = 0 m/s
- a_B = 2 m/s²
- s_B = v₀_B × t + ½ × a_B × t² = 0 × t + ½ × 2 × t² = t²
- Kereta A (GLB):
-
Tentukan Kondisi Saat Menyusul:
- Kereta B menyusul Kereta A ketika posisi keduanya sama (s_A = s_B).
- 15t = t²
-
Selesaikan Persamaan untuk Menemukan Waktu (t):
- t² – 15t = 0
- t(t – 15) = 0
- Ada dua kemungkinan solusi: t = 0 (saat mereka mulai bergerak dari posisi yang sama) atau t = 15 s.
- Waktu saat Kereta B menyusul Kereta A adalah 15 detik.
-
Hitung Jarak Saat Menyusul:
- Gunakan persamaan posisi salah satu kereta pada waktu t = 15 s. (Kita bisa gunakan s_A atau s_B, hasilnya harus sama).
- Menggunakan s_A: s_A = 15 m/s × 15 s = 225 m
- Menggunakan s_B: s_B = (15 s)² = 225 m
Jawaban:
a. Kereta B menyusul Kereta A setelah 15 detik.
b. Kereta B menyusul Kereta A pada jarak 225 meter dari stasiun.
Bagian 3: Hukum Newton tentang Gerak
Konsep Kunci:
- Hukum I Newton (Inersia): ΣF = 0 (Benda diam akan tetap diam, benda bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan jika resultan gaya nol).
- Hukum II Newton: ΣF = m × a (Resultan gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan massa dan percepatannya).
- Hukum III Newton (Aksi-Reaksi): F_aksi = -F_reaksi (Setiap ada gaya aksi, ada gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah).
- Jenis-jenis Gaya: Gaya berat (w = mg), gaya normal (N), gaya gesek (f_s = μ_s N, f_k = μ_k N), tegangan tali (T).
Soal 5: Hukum II Newton (Dasar)
Sebuah balok bermassa 5 kg berada di atas lantai licin. Balok tersebut ditarik dengan gaya horizontal sebesar 20 N.
a. Berapakah percepatan yang dialami balok?
b. Jika balok mula-mula diam, berapakah kecepatannya setelah 4 detik?
Pembahasan:
-
Identifikasi Data:
- Massa (m) = 5 kg
- Gaya tarik (F) = 20 N
- Lantai licin (tidak ada gaya gesek)
- Waktu (t) = 4 s
- Kecepatan awal (v₀) = 0 m/s (mula-mula diam)
-
Hitung Percepatan (a) menggunakan Hukum II Newton:
- ΣF = m × a
- Karena hanya ada satu gaya horizontal yang bekerja (gaya tarik) dan tidak ada gesekan:
- 20 N = 5 kg × a
- a = 20 N / 5 kg
- a = 4 m/s²
-
Hitung Kecepatan Akhir (vt) menggunakan rumus GLBB:
- vt = v₀ + a × t
- vt = 0 + (4 m/s²) × (4 s)
- vt = 16 m/s
Jawaban:
a. Percepatan yang dialami balok adalah 4 m/s².
b. Kecepatan balok setelah 4 detik adalah 16 m/s.
Soal 6: Hukum II Newton (Gaya Gesek)
Sebuah balok bermassa 10 kg ditarik dengan gaya horizontal F = 50 N. Jika koefisien gesek kinetik antara balok dan lantai adalah 0,3 (g = 10 m/s²), berapakah percepatan balok?
Pembahasan:
-
Identifikasi Data:
- Massa (m) = 10 kg
- Gaya tarik (F) = 50 N
- Koefisien gesek kinetik (μ_k) = 0,3
- Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s²
-
Gambar Diagram Gaya Bebas (Free Body Diagram – FBD):
- Gaya ke bawah: Gaya berat (w = mg)
- Gaya ke atas: Gaya normal (N)
- Gaya ke kanan: Gaya tarik (F)
- Gaya ke kiri: Gaya gesek kinetik (f_k)
-
Analisis Gaya pada Sumbu Y (Vertikal):
- Balok tidak bergerak secara vertikal, jadi ΣFy = 0.
- N – w = 0
- N = w = m × g
- N = 10 kg × 10 m/s² = 100 N
-
Hitung Gaya Gesek Kinetik (f_k):
- f_k = μ_k × N
- f_k = 0,3 × 100 N
- f_k = 30 N
-
Analisis Gaya pada Sumbu X (Horizontal) menggunakan Hukum II Newton:
- ΣFx = m × a
- Gaya-gaya yang bekerja pada sumbu x adalah gaya tarik (F) dan gaya gesek (f_k). Arah gerak ke kanan, jadi F positif, f_k negatif.
- F – f_k = m × a
- 50 N – 30 N = 10 kg × a
- 20 N = 10 kg × a
- a = 20 N / 10 kg
- a = 2 m/s²
Jawaban: Percepatan balok adalah 2 m/s².
Bagian 4: Usaha dan Energi
Konsep Kunci:
- Usaha (W): Perubahan energi akibat gaya yang bekerja pada benda. W = F × s × cos θ (θ adalah sudut antara gaya dan perpindahan). Satuan: Joule (J).
- Energi Kinetik (Ek): Energi yang dimiliki benda karena geraknya. Ek = ½ × m × v².
- Energi Potensial Gravitasi (Ep): Energi yang dimiliki benda karena posisinya (ketinggian) dalam medan gravitasi. Ep = m × g × h.
- Energi Mekanik (Em): Jumlah energi kinetik dan energi potensial. Em = Ek + Ep.
- Hukum Kekekalan Energi Mekanik: Jika hanya gaya konservatif (gravitasi, pegas) yang bekerja, maka energi mekanik total sistem adalah konstan. Em₁ = Em₂ atau Ek₁ + Ep₁ = Ek₂ + Ep₂.
Soal 7: Usaha
Seorang pekerja mendorong sebuah gerobak dengan gaya 150 N sejauh 10 meter. Jika gaya dorong membentuk sudut 37° terhadap arah horizontal, berapakah usaha yang dilakukan pekerja tersebut? (Diketahui: cos 37° = 0,8)
Pembahasan:
-
Identifikasi Data:
- Gaya (F) = 150 N
- Perpindahan (s) = 10 m
- Sudut (θ) = 37°
- cos 37° = 0,8
-
Gunakan Rumus Usaha:
- W = F × s × cos θ
- W = 150 N × 10 m × cos 37°
- W = 1500 × 0,8
- W = 1200 J
Jawaban: Usaha yang dilakukan pekerja tersebut adalah 1200 Joule.
Soal 8: Hukum Kekekalan Energi Mekanik
Sebuah bola bermassa 0,2 kg dijatuhkan dari ketinggian 10 meter tanpa kecepatan awal. Tentukan kecepatan bola saat mencapai ketinggian 4 meter dari tanah! (Abaikan gesekan udara, g = 10 m/s²)
Pembahasan:
-
Identifikasi Kondisi Awal (Posisi 1) dan Kondisi Akhir (Posisi 2):
- Posisi 1 (Ketinggian awal):
- m = 0,2 kg
- h₁ = 10 m
- v₁ = 0 m/s (dijatuhkan tanpa kecepatan awal)
- Posisi 2 (Ketinggian akhir):
- m = 0,2 kg
- h₂ = 4 m
- v₂ = ? (yang dicari)
- g = 10 m/s²
- Posisi 1 (Ketinggian awal):
-
Terapkan Hukum Kekekalan Energi Mekanik:
- Em₁ = Em₂
- Ek₁ + Ep₁ = Ek₂ + Ep₂
- ½ m v₁² + m g h₁ = ½ m v₂² + m g h₂
-
Substitusikan Nilai-nilai yang Diketahui:
- Karena massa (m) ada di setiap suku, kita bisa membaginya keluar (coret m).
- ½ v₁² + g h₁ = ½ v₂² + g h₂
- ½ (0)² + (10)(10) = ½ v₂² + (10)(4)
- 0 + 100 = ½ v₂² + 40
-
Selesaikan untuk v₂:
- 100 – 40 = ½ v₂²
- 60 = ½ v₂²
- 120 = v₂²
- v₂ = √120
- v₂ ≈ 10,95 m/s
Jawaban: Kecepatan bola saat mencapai ketinggian 4 meter dari tanah adalah sekitar 10,95 m/s.
Tips Sukses Belajar Fisika Kelas 10:
- Pahami Konsep, Bukan Hanya Menghafal Rumus: Fisika adalah tentang pemahaman prinsip. Jika Anda memahami mengapa suatu rumus digunakan, Anda akan lebih mudah mengaplikasikannya dalam berbagai situasi.
- Buat Catatan yang Jelas: Tuliskan definisi, rumus, dan contoh-contoh penting. Gunakan diagram dan ilustrasi jika perlu.
- Latihan Soal Secara Rutin: Ini adalah kunci utama. Semakin banyak Anda berlatih, semakin terbiasa Anda dengan berbagai tipe soal dan metode penyelesaiannya.
- Jangan Takut Salah: Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Analisis di mana letak kesalahan Anda dan perbaiki.
- Gunakan Diagram Gaya Bebas (FBD): Terutama untuk soal Hukum Newton, FBD sangat membantu visualisasi gaya-gaya yang bekerja pada benda.
- Perhatikan Satuan: Selalu tuliskan satuan dan pastikan konsisten (misalnya, semua dalam SI: meter, kilogram, detik, Newton, Joule).
- Jangan Ragu Bertanya: Jika ada konsep atau soal yang tidak Anda pahami, tanyakan kepada guru atau teman. Diskusi seringkali membuka pemahaman baru.
- Manfaatkan Sumber Belajar Lain: Buku pelajaran, video tutorial online, atau aplikasi belajar bisa menjadi pelengkap yang sangat membantu.
Penutup
Mempelajari fisika memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Dengan memahami konsep dasar dan rajin berlatih soal, Anda pasti bisa menguasai materi fisika kelas 10 semester 1. Ingatlah bahwa setiap soal yang Anda selesaikan adalah satu langkah lebih dekat menuju pemahaman yang lebih mendalam.
Semoga artikel ini bermanfaat dan sukses selalu dalam belajar fisika!



